latest Post

Perkembangan Sistem Periodik



       Pada tahun 1786, baru dikenal 26 unsur dan pada tahun 1870 sebanyak 60 unsur, sedangkan kini sudah lebih dari 100 unsur. Setiap unsur mempunyai sifat kimia dan fisika tertentu, dan cukup sulit diingat satu persatu. Penyelidikan menunjukan beberapa unsur mempunyai sifat yang mirip. Oleh sebab itu, ada upaya untuk menggolongkan unsure berdasarkan sifatnya. Pada mulanya penggolongan itu didasarkan pada
massa atom relatif, seperti yang dikemukakan Debereiner, Newland, dan Mendeleyev.[1]
a.      Triad Dobereiner
Pada permulaan abad ke-19, teori atom Dalton telah tersebar luas sehingga massa atom relatif unsur merupakan sifat penting untuk membedakan satu unsur dengan yang lain. Pada tahun 1817, Johann D. Dobereiner mencari hubungan antara massa atom relatif unsure dengan sifat-sifatnya. Ia menemukan beberapa kelompok tiga unsure yang mempunyai sifat yang mirip. Dobereiner menemukan suatu hukum: “suatu triad adalah tiga unsur yang disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatif (Ar)-nya, sehingga unsur kedua kira-kira sama dengan rata-rata unsur pertama dan ketiga.”[2]
b.     Hukum Oktaf Newland
Pada tahun 1865, John Newland mendapatkan hubungan antara sifat unsur dengan massa atom relatifnya, yaitu sebagai berikut: “Jika unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, maka pada unsur yang kedelapan sifatnya mirip dengan unsure pertama, dan unsur kesembilan dengan unsur kedua, dan seterusnya. Hubungan ini oleh Newland disebut hukum oktaf, karena kemiripan sifat unsur terjadi setelah hitungan kedelapan. Dilihat dari beberapa kasus tampaknya hukum ini benar, tetapi untuk unsur yang lain tidak terbukti, contohnya S dan Fe tidak memiliki kemiripan sifat.[3]
c.      Sistem Periodik Mendeleyev
DMITRI MENDELEEV
Sumber : Thom Jackson.2017.The Periodic Table Book a Visual Encyclopedia Of The Elements. 


DMITRI MENDELEEV
Sumber : Thom Jackson.2017.The Periodic Table Book a Visual Encyclopedia Of The Elements. 


Lima tahun setelah Newland, seorang kimiawan Rusia Dmitri Mendeleyev dan kimiawan Jerman Lothar Meyer secara terpisah mengusulkan penyusunan tabulasi unsur-unsur lebih luas berdasarkan keteraturannya, sifat yang berulang secara periodik. Penggolongan yang disusun oleh Mendeleyev lebih baik dibandingkan yang disusun oleh Newland karena disebabkan oleh dua hal. Pertama, ia menggolongkan unsur-unsur dengan tepat menurut sifat-sifatnya. Selain itu yang sama pentingnya yaitu adanya kemungkinan meramal sifat-sifat beberapa unsur yang belum ditemukan.[4]
d.      Sistem Periodik Modern
Penggolongan unsur yang mutakhir adalah sistem periodic modern. Dari sistem ini dapat diketahui sifat unsur secara umum dari golongan dan periodanya. Yang perlu dipahami adalah dasar penyusunannya, pengertian golongan dan perioda, serta kemiripan sifat tersebut.
1)     Penggolongan Unsur
Semua unsur blok s dan p disebut golongan utama (A), sedangkan blok d dan f disebut golongan transisi. Golongan utama terdiri dari 8 kolom yang berturut-turut disebut golongan IA s/d VIIIA. Unsur golongan VIIIA disebut golongan gas mulia, karena tidak dapat bersenyawa dengan unsur lain, dan disebut juga golongan O.
2)     Perioda
Unsur yang terletak pada baris yang sama dalam system periodik disebut seperioda. Perioda manunjukkan nomor bilangan kuantum utama (n) tertinggi yang dimilik unsur. Karena melambangkan jumlah kulit elektron, maka unsur seperioda yang berdekatan mempunyai sifat agak mirip. Bila letaknya berjauhan sifatnya juga jauh berbeda.[5]



                [1] Syukri S, Kimia Dasar 1, (Bandung: ITB, 1999), hlm. 155
                [2] Ibid, hlm. 155.
                [3] Ibid,, hlm. 156.
                [4] Chang Raymond, Op.Cit, hlm. 130.
                [5] Ibid., hlm. 160-167.

About Sheresher

Sheresher
Recommended Posts × +

0 komentar:

Posting Komentar